Kamis, 08 Agustus 2019

OLOKAN MENJELANG PENYALIBAN YESUS KRISTUS Matius 27:27-31; Markus 15:16-20; Yohanes 19:2-3

OLOKAN MENJELANG PENYALIBAN YESUS KRISTUS
Matius 27:27-31; Markus 15:16-20;
Yohanes 19:2-3
PENDAHULUAN:
1. Tema menjelaskan bahwa Yesus Kristus menjelang penyalibanNya mengalami olokan yang luar biasa.
2. Tiga hal yang akan kita pelajari dan renungkan  dalam bagian ini ialah ;

I. TEMPAT OLOKAN TERHADAP TUHAN YESUS “GEDUNG PENGADILAN” – ay.27
Dalam bahasa Yunani PRETORION. Gedung Pengadilan.
Berasal dari kata PRETOR (wali negeri) yang menjadi tempat kediaman wali negeri.
Sejarahnya : bekas istana Raja Herodes Agung. Setiap para wali negeri naik ke Yerusalem  dari Kaisarea mereka tinggal di gedung tersebut. Terletak di sebelah Timur kota dan dekat dengan Bait Allah. Dipakai Herodes untuk menerima Tuhan Yesus dari Pilatus (Luk.23:7-12).

II. BENTUK-BENTUK OLOKAN YANG DITERIMA TUHAN YESUS – ay.28-31
Dikenakan jubah ungu – ay.28.
Dalam bahasa Yunani “KLAMUDA”  ialah mantel prajurit Roma (sagum).
Berwarna merah sehingga menyerupai warna ungu yang merupakan warna kerajaan.
Tuhan Yesus oleh mereka diakui sebagai Raja Yahudi.
Raja orang Yahudi – ay.29-31.
Orang Yahudi mengolok Tuhan Yesus sebagai Nabi – Mat.26:68, tetapi prajurit Roma mengolokNya sebagai Raja.
Hal kedua olokan sama sesuai dengan tuduhan yang diutarakan di pengadilan yaitu : Tuduhan dibidang agama dan bidang politik.
Bentuk-bentuk olokan yang diterima Tuhan Yesus.
Mengenakan Mahkota duri di kepala Yesus.
Memberikan sebatang buluh di tangan kanan.
Mereka berpura-pura berlutut dan memberi salam.
Mereka meludahi muka Yesus.
Mereka mengambil dan melecehkanNya.
Mereka menanggalkan jubah yang dikenakanNya.
Mengenakan kembali pakaian Yesus sebagai olokan.

III. SETELAH TUHAN YESUS DIOLOK-OLOK – ay.31.c
Mereka membawa keluar gedung pengadilan untuk menerima puncak penderitaan dosa manusia di atas kayu salib yang kasar.
Tentang penyaliban dan kematian Tuhan Yesus Kristus akan kita renungkan pada Hari Jum’at Agung.

KESIMPULAN :
Olokan terhadap Tuhan Yesus gambaran betapa hebatnya penderitaan akibat dosa yang seharusnya ditanggung oleh manusia.
Karena Tuhan Yesus maka kita manusia terlepas dari hukuman dan penderitaan, dosa yang mematikan.

Tidak ada komentar: